Perbup 90 Tahun 2019 Tata Cara Pembagian DD

Administrator 20 Februari 2020 13:21:09 WIB

Dijelaskan dalam pasal 6 ayat (1) Permendesa Nomor 11 tahun 2019 , bahwa dalam hal

Prioritas Dana Desa 2020 untuk peningkatan kualitas hidup ialah

untuk membiayai program dan kegiatan dibidang pelayanan sosial dasar yang memberikan

dampak langsung terhadap meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

 

Berikut ini beberapa contoh kegiatan peningkatan kualitas dan

akses terhadap pelayanan sosial dasar.

 

= Pengadaan,pembangunan,pengembangan dan

pemeliharaan sarana prasarana kesehatan antara lain :

 

  1. Air bersih berskala desa,
  2. Jambanisasi,
  3. Mandi,cuci,kakus ( MCK ),
  4. Mobil/kapal motor untuk ambulance Desa,
  5. Balai pengobatan,
  6. Posyandu,
  7. Poskesdes/Polindes,
  8. Posbindu : tikar pertumbuhan sebagai deteksi dini stunting,
  9. Kampanye Desa bebas BAB sembarangan,dan
  10. Sarana prasarana lain sesuai keputusan musyawarah Desa.

 

= Pengadaan,pembangunan,pengembangan dan

pemeliharaan sarana prasarana pendidikan dan kebudayaan antara lain :

 

  1. Taman bacaan masyarakat,
  2. Bangunan PAUD bagi Desa yang belum ada gedung PAUD,
  3. Rehabilitasi gedung PAUD untuk PAUD HI,
  4. Buku dan peralatan belajar PAUD,
  5. Wahana permainan anak di PAUD,
  6. Taman belajar keagamaan,
  7. Sarana dan prasarana bermain dan kreatifitas anak,
  8. Pembangunan dan renovasi sarana olahraga Desa,
  9. Bangunan perpustakaan Desa,
  10. Buku atau bahan bacaan,
  11. Balai pelatihan/kegiatan belajar masyarakat,
  12. Gedung sanggar seni/ruang ekonomi kreatif,
  13. Film dokumenter,
  14. Peralatan kesenian dan kebudayaan,
  15. Pembuatan galeri atau museum Desa,
  16. Pengadaan media komukasi,informasi dan edukasi (KIE) terkait hak anak,gizi dan kesehatan ibu dan anak serta isu lain,keluarga berencana dan kesehatan reproduksi di Desa.
  17. Sarana dan prasarana perjalanan anak ke dan dari sekolah yang aman bagi anak, dan
  18. Saran dan prasarana pendidikan dan kebudayaan lainya yang diputuskan dalam musyawarah Desa.

 

 

= Pengolahan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat antara lain :

 

  1. Pelatihan pengelolaan air minum,
  2. Pelayanan kesehatan lingkungan,
  3. Bantuan insentif untuk kader PAUD,kader posyandu, dan kader pembangunan manusia (KPM),
  4. Alat bantu penyandang disabilitas,
  5. Sosialiasi dan advokasi sarana dan prasarana yang ramah terhadap anak penyandang disabilitas,
  6. Pemantauan dan pertumbuhan dan penyediaan makanan sehat untuk peningkatan gizi bagi balita dan anak sekolah,
  7. Kampanye dan promosi hak-hak anak,keterampilan pengasuhan anak dan perlindungan anak serta pencegahan perkawinan anak,
  8. Kampanye dan promosi gerakan makan ikan,
  9. Sosialisasi gerakan aman pangan,
  10. Praktek atau demo pemberian makanan bagi bayi dan anak (PMBA),stimulasi tumbuh kembang,PHBS,dan lain-lain di layanan kesehatan dan sosial dasar Desa posyandu ( BKB,PKK,dll),
  11. Pengolahan balai pengobatan Desa dan persalinan,
  12. Pelatihan pengembangan apotik hidup Desa dan produk holtikultural,
  13. Perawatan kesehatan dan/atau pendampingan untuk ibu hamil,nifas dan menyusui,keluarganya dalam merawat anak dan lansia,
  14. Penguatan pos penyuluhan Desa (Posluhdes),
  15. Pendampingan pasca persalinan,kunjungan nifas,dan kunjungan Neonatal,
  16. Pendampingan untuk pemberian imunisasi,stimulasi perkembangan anak,peran ayah dalam pengasuhan,dll,
  17. Sosialisasi dan kampanye imunisasi,
  18. Kampanye dan promosi perilaku bersih dan sehat (PHBS),gizi seimbang,pencegahan penyakit seperti diare,penyakit menular,penyakit seksual,HIV/AIDS Tuberkolosis,hipertensi,diabetes militus,dan ganguan jiwa,
  19. Sosialisasi dan promosi keluarga berencana serta kesehatan reproduksi ditingkat Desa,
  20. Kampanye kependudukan,keluarga berencana dan pembangunan keluarga,pelatihan pengelolaan kapasitas kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera ( UPPKS),
  21. Peningkatan peran mitra Desa dalam pengelolaan pengembangan keterampilan kelompok UPPKS berbasis era digitalisasi,
  22. Pengelolaan kegiatan rehabilitasi bagi penyandang disbilitas,
  23. Pelatihan kader kesehatan masyarakat untuk gizi,kesehatan air bersih,sanitasi,pengasuh anak,stimulasi,pola konsumsi dan lainya,
  24. Pelatihan kader untuk melakukan pendampingan dalam memberi ASI,pembuatan makanan pendamping ASI,stimulasi anak,cara menggosok gigi,dan cuci tangan pakai sabun untuk 1000 hari pertama kehidupan,
  25. Pelatihan kader kependudukan,keluarga berencana dan pembangunan keluarga,
  26. Pelatihan hak-hak anak,keterampilan pengasuh anak dan perlindungan anak,
  27. Pelatihan kader keamanan pangan desa,
  28. Sosialisasi keamanan pangan kepada masyarakat dan pelaku usaha pangan,
  29. Penyuluhan kesehatan dampak penggunaan kompresor dalam penangkapan ikan, dan
  30. Kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan masyarakat Desa lainya sesuai keputusan musyawarah Desa.

 

 

= Pengolahan kegiatan pelayanan pendidikan dan kebudayaan antara lain :

 

  1. Bantuan insentif guru/pembina PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/guru taman belajar keagamaan,taman belajar anak dan fasilitator pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM),
  2. Penyelenggaraan pengembangan anak usia dini secara holistik integratif (PAUD HI),
  3. Penyelenggaraan kelas pengasuh/parenting bagi orang tua anak usia 0-2 tahun.
  4. Pembiayaan pelatihan guru PAUD tentang konvergensi pencegahan stunting di Desa,
  5. Pelatihan untuk kader pembangunan manusia (KPM),
  6. Penyuluhan manfaat data kependudukan bagi kader pembangunan manusia,
  7. Pelatihan keterampilan perlindungan anak dan keterampilan kerja bagi remaja yang akan memasuki dunia kerja,
  8. Pelatihan dan penyelenggaraan kursus seni budaya,
  9. Bantuan pemberdayaan bidang seni,budaya,agama,olahraga,dan pendidikan non formal lainya,
  10. Pelatihan pembuatan film dokumenter,jurnalis,pembuatan dan penggunaan media,blog dan internet ( film,foto,tulisan,vlog,website desa dan media lainya ),
  11. Pelatihan dan KIE tentang pencegahan perkawinan anak,
  12. Pelatihan dan KIE tentang pencegahan dan penanganan kekerasan pada perempuan dan anak,termasuk tindak pidana perdagangan orang,
  13. Bantuan pendampingan kepada anak tidak sekolah (ATS) bagi warga miskin,
  14. Pemberian bantuan peralatan pendidikan sebelum anak diterima di satuan pendidikan bagi warga miskin,
  15. Pemberian bantuan biaya pendidikan untuk anak dari keluarga tidak mampu,minimal jenjang pendidikan menengah,
  16. Pemberian bantuan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus,
  17. Penyelenggaraan pendidikan keluarga dan penguatan parenting bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah,
  18. Pelatihan menenun/membatik dengan menggunakan warna alam,motif-motif yang sudah ada dan/atau diciptakan sendiri dan/atau tren,
  19. Pelatihan pembuatan produk/karya kreatif yang merupakan keunikan/ke-khasan Desa tersebut sesuai kebutuhan pasar,
  20. Pelatihan alat musik khas daerah setempat atau modern,
  21. Pelatihan penggunaan perangkat produksi barang/jasa kreatif,seperti mesin jahit,alat ukir,kamera,komputer,mesin percetakan,
  22. Pelatihan kepada pelaku ekonomi kreatif untuk berpromosi baik di media online ataupun offline,
  23. Pelatihan pelaku ekonomi kreatif pemula bagi masyarakat Desa,
  24. Pelatihan cara konservasi produk/karya kreatif bagi para pelaku kratif,misalnya cara pendokumentasian tulisan dan visual,
  25. Pelatihan pengelolaan keuangan sederhana dalam mengakses permodalan baik di bank maupun non bank,
  26. Pendidikan keterampilan non formal berbasis potensi Desa,
  27. Pendidikan/Pelatihan konservasi sumber daya pesisir,dan
  28. Kegiatan pengelolaan pendidikan dan kebudayaan lainya sesuai keputusan musyawarah Desa.

 

Itulah beberapa contoh kegiatan yang bisa anda adopsi dalam hal

peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di Desa Anda.

 

Namun, perlu Anda ingat !

Bahwa, semua keputusan dalam hal penentuan kegiatan,

tetap mengacu kepada keputusan tertinggi dalam Musyawarah Desa/Musrenbang Desa.

 

Kemudian kita lanjutkan yang ke (2) yaitu…

 

 

*2. Peningkatan kesejahteraan Mayarakat Desa.

 

 

Salah satu objek dalam  hal Prioritas Dana Desa 2020  untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa disini,

ialah untuk membiayai kegiatan seperti : menciptakan lapangan pekerjaan,meningkatkan pendapatan asli Desa,

membiayai pelaksanaan program yang bersifat lintas kegiatan,dan meningkatkan pendapatan ekonomi bagi

keluarga miskin.

 

Program yang bersifat lintas kegiatan,seperti yang saya beri tanda Italic (I) dan Bolt (B) meliputi :

 

  • Pengembangan produk unggulan Desa dan/atau produk unggulan kawasan pedesaan,
  • Pembangunan dan pengembangan embung dan/atau penampungan air kecil lainya,
  • Pembangunan sarana dan prasarana olahraga Desa,
  • Pembentukan dan pengembangan BUMDes dan BUMADes,
  • Program-program tersebut dapat menjadi layanan usaha yang dikelola BUMDes dan BUMADes.

 

 

Lebih lengkap, mengenai apa saja jenis kegiatan yang dapat dibiayai menggunakan Dana Desa,

untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa,silahkan baca dibawah ini :

 

 

= Pengadaan,pembangunan,pengembangan dan  pemeliharaan

sarana prasarana dan pengelolaan hasil usaha pertanian dan/atau

perikanan untuk ketahanan pangan dan usaha pertanian berskala

produktif yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan

produk unggulan Desa dan/atau produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Bendungan berskala kecil,
  2. Pembangunan dan perbaikan embung,
  3. Irigasi Desa,
  4. Percetakan lahan pertanian,
  5. Kolam ikan,
  6. Kapal penangkap ikan,
  7. Tempat pendaratan kapal penangkap ikan,
  8. Tambak garam,
  9. Kandang ternak,
  10. Mesin pakan ternak,
  11. Mesin penetas telur,
  12. Gudang penyimpanan sarana produksi pertanian ( Saprotan ),
  13. Pengeringan hasil pertanian ( lantai jemur gabah,jagung,kopi,coklat dan kopra ),
  14. Embung Desa,
  15. Gudang pendingin ( cold storage ),
  16. Sarana budidaya ikan ( benih,pakan,obat,kincir dan pompa air ),
  17. Alat penangkap ikan ramah lingkungan ( rumpon dan lampu ),
  18. Kerambah jaring apung,
  19. Keranjang ikan,
  20. Alat timbang dan ukuran hasil tangkapan,
  21. Alat produksi es,
  22. Gudang Desa ( penyimpanan komiditi perkebunan dan perikanan ),
  23. Tempat penjemuran ikan,dan
  24. Sarana dan prasarana hasil produksi dan pengelolaan hasil pertanian sesuai keputusan dalam Musdes.

 

 

= Pengadaan,pembangunan,pemanfaatan dan  pemeliharaan

sarana prasarana jasa dan pengelolaan hasil usaha pertanian dan/atau

perikanan untuk ketahanan pangan dan usaha pertanian berskala

produktif yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan

produk unggulan Desa dan/atau produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Mesin jahit,
  2. Peralatan bengkel kendaraan bermotor,
  3. Mesin penepung ikan,
  4. Mesin penepung ketela pohon,
  5. Mesin bubut untuk mebeler,
  6. Mesin packaging kemasan,
  7. Roaster kopi,
  8. Mesin Percetakan,
  9. Bioskop mini,
  10. Alat pengolah hasil perikanan,
  11. Docking kapal ( perbengkelan perahu dan mesin ), dan
  12. Sarana dan prasarana jasa serta industri kecil dan/atau industri rumahan lainya yang diputuskan dalam musyawarah Desa.

 

 

= Pengadaan,pembangunan,pemanfaatan dan  pemeliharaan sarana prasarana

  pemasaran yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan

produk unggulan Desa dan/atau produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Pasar Desa,
  2. Pasar sayur,
  3. Pasar hewan,
  4. Tempat pelelangan ikan,
  5. Toko online,
  6. Gudang barang,
  7. Tempat pemasaran ikan,dan
  8. Sarana dan prasarana pemasaran lainya sesuai kewenangan Desa yang diputuskan dalam musyawarah Desa.

 

 

= Pengadaan,pembangunan,pemanfaatan dan  pemeliharaan sarana dan prasarana

  Desa wisata,antara lain :

 

 

  1. Ruang ganti dan/atau toilet,
  2. Pergola,
  3. Gazebo,
  4. Lampu taman,
  5. Pagar pembatas,
  6. Pondok wisata ( homestay ),
  7. Panggung kesenian/pertujukan,
  8. Kios cendramata,
  9. Pusat jajanan kuliner,
  10. Tempat ibadah,
  11. Menara pandang ( viewing deck ),
  12. Gapura identitas,
  13. Wahana permainan anak,
  14. Wahana permainan outbound,
  15. Taman rekreasi,
  16. Tempat penjualan tiket,
  17. Angkutan wisata,
  18. Tracking wisata mangrove,
  19. Peralatan wisata snorkeling dan diving,
  20. Papan interpretasi,
  21. Sarana dan prasarana kebersihan,
  22. Pembuatan media promosi (  brosur,leaflet,audio visual ),
  23. Internet comer,dan
  24. Sarana dan prasarana Desa wisata lainya yang sesuai hasil keputusan dalam Musdes.

 

 

= Pengadaan,pembangunan,pemanfaatan dan  pemeliharaan sarana dan prasarana

 Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk kemajuan ekonomi yang difokuskan kepada

pembentukan dan pengembangan produk unggulan Desa dan/atau

produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Penggilingan padi,
  2. Peraut kelapa,
  3. Penepung biji-bijian,
  4. Pencacah pakan ternak,
  5. Mesin sangrai kopi,
  6. Pemotong/pengiris buah dan sayur,
  7. Pompa air,
  8. Traktor mini,
  9. Desalinasi air laut,
  10. Pengolahan limbah sampah,
  11. Kolam budidaya,
  12. Mesin pembuat es dari air laut ( slurry ice ), dan
  13. Sarana dan Prasarana Teknologi Tepat Guna lainya sesuai keputusan Musdes.

 

 

 

= Pengelolaan produksi dan hasil produksi usaha pertanian untuk ketahanan

pangan dan usaha pertanian yang difokuskan kepada pembentukan dan

pengembangan produk unggulan Desa dan/atau produk unggulan kawasan

pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Pembenihan tanaman pangan,
  2. Pembibitan tanaman keras,
  3. Pengadaan pupuk,
  4. Pembenihan ikan air tawar,
  5. Pengelolaan usaha hutan Desa,
  6. Pengelolaan usaha huta sosial,
  7. Pengadaan bibit/induk ternak,
  8. Inseminasi buatan,
  9. Pengadaan pakan ternak,
  10. Tepung tapioka,
  11. Kerupuk,
  12. Keripik jamur,
  13. Keripik jagung,
  14. Ikan asin,
  15. Abon sapi,
  16. Susu sapi,
  17. Kopi,
  18. Coklat,
  19. Karet,
  20. Olahan ikan ( nugget,bakso,kerupuk,terasi,ikan asap,ikan asin,ikan rebus,dan ikan abon ),
  21. Olahan rumput laut ( agar-agar,dodol,nori,permen,kosmetik,karagenan,dll ),
  22. Olahan mangrove (  bolu,tinta batik,keripik,permen,dll ),
  23. Pelatihan pembibitan mangrove dan vegetasi pantai,
  24. Pelatihan pembibitan ikan tawan,payau,dan laut,
  25. Pengelolaan hutan mangrove dan vegetasi pantai ( hutan cemara laut ), dan
  26. Pengelolaan produksi dan hasil produksi pertanian lainya sesuai hasil keputusan Musdes.

 

 

= Pengelolaan usaha jasa dan industri kecil yang difokuskan kepada pembentukan,

dan pengembangan produk unggulan Desa dan/atau produk unggulan kawasan

pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Meubelair kayu dan rotan,
  2. Alat-alat rumah tangga,
  3. Pakaian jadi/konveksi kerajikan tangan,
  4. Kain tenun,
  5. Kain batik,
  6. Bengkel kendaraan bermotor,
  7. Pedagang di pasar,
  8. Pedagang pengepul,
  9. Pelatihan pengelolaan docking kapal,
  10. Pelatihan pengelolaan kemitraan usaha perikanan tangkap,
  11. Pelatihan pemasaran perikanan,dan
  12. Pengelolaan usaha jasa industri dan industri kecil sesuai keputusan musyawarah Desa.

 

 

= Pendirian dan pengembangan BUMDesa dan/atau  BUMDesa Bersama,antara lain :

 

 

  1. Pendirian BUMDesa dan/atau BUMDesa Bersama,
  2. Penyertaan modal BUMDesa dan/atau BUMDesa Bersama,
  3. Penguatan permodalan BUMDesa dan/atau BUMDesa Bersama,
  4. Kegiatan pengembangan BUMDesa dan/atau BUMDesa Bersama lainya sesuai keputusan musyawarah Desa.

 

 

= Pengembangan usaha BUMDesa dan/atau  BUMDesa Bersama yang

difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan produk unggulan Desa

dan/atau produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Pengelolaan hutan Desa,
  2. Pengelolaan hutan adat,
  3. Pengelolaan air minum,
  4. Pengelolaan pariwisata Desa,
  5. Pengelolaan ikan ( pengasapan,penggaraman,dan perebusan ),
  6. Pengelolaan wisata hutan mangrove ( tracking,jelajar mangrove dan wisata edukasi ),
  7. Pelatihan sentral pembenihan mangrove dan vegetasi pantai,
  8. Pelatihan pembenihan ikan,
  9. Pelatihan usaha pemasaran dan distribusi produk perikanan,dan
  10. Produk unggulan lainya sesuai dengan keputusan musyawarah Desa.

 

 

= Pembentukan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat yang

difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan produk unggulan Desa

dan/atau produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Hutan kemasyarakatan,
  2. Hutan tanaman rakyat,
  3. Kemitraan kehutanan,
  4. Pembentukan usaha ekonomi masyarakat,
  5. Pembentukan dan pengembangan usaha industri kecil dan/atau industri rumahan,
  6. Bantuan sarana produksi,distribusi dan pemasaran untuk usaha ekonomi masyarakat,dan
  7. Pembentukan dan pengembangan usaha lainya sesuai keputusan yang diputuskan dalam musyawarah Desa.

 

 

= Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk kemajuan ekonomi yang difokuskan

kepada pembentukan dan pengembangan produk unggulan Desa dan/atau

produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

  1. Sosialisasi TTG,
  2. Pos pelayanan teknologi Desa ( Posyantek ),
  3. Percontohan TTG untuk :
  • Produksi pertanian,
  • Pengembangan sumber energi pedesaan,
  • Pengembangan sarana transportasi,
  • Pengembangan sarana komunikasi,dan
  • Pengembangan jasa dan industri kecil.
  1. Sosialisasi sistem informasi pencatatan hasil tangkapan ikan,
  2. Sosialisasi sistem informasi cuaca dan iklim,dan
  3. Pengembangan dan pemanfatan TTG lainya sesuai hasil keputusan Musdes.

 

 

= Pengolahan pemasaran hasil produksi usaha BUMDes, dan usaha

ekonomi lainya yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan

produk unggulan Desa dan/atau produk unggulan kawasan pedesaan,antara lain :

 

 

  1. Penyediaan informasi harga/pasar,
  2. Pameran hasil BUMDes,usaha ekonomi masyarakat,
  3. Kerjasama perdagangan antar Desa,
  4. Kerjasama perdagangan dengan pihak ketiga,dan
  5. Pengelolaan pemasaran lainya sesuai dengan apa yang diputuskan dalam musyawarah Desa.

 

Mungkin hanya itu, beberapa jenis kegiatan dalam Prioritas Dana Desa 2020 yang bisa Anda jadikan

gambaran dalam penyusunan RKPDes untuk peningkatan masyarakat Desa.

 

Lebih lanjut mengenai aturan ini ,

bisa Anda baca sendiri di pasal 6 ayat (2) Permendesa Nomor 11 tahun 2019.

 

 

*3. Penanggulangan kemiskinan masyarakat Desa

 

 

 

Untuk point (3), pemanfaat Dana Desa dalam hal penanggulangan kemiskinan masyarakat Desa diatur

dalam Permendesa 11/2019 pasal 6 ayat (3) yang diutamakan untuk tujuan :

 

  • Membiayai program penanggulangan kemiskinan,
  • Melakukan pemutakhiran data kemiskinan,
  • Melakukan kegiatan akselerasi ekonomi keluarga dan padat karya tunai untuk menyediakan lapangan kerja,
  • Menyediakan modal usaha dan pelatihan bagi masyarakat Desa yang menganggur,setengah menganggur,keluarga miskin,dan
  • Melakukan pencegahan kekurangan gizi kronis ( stunting ).

 

 

Kegiatan akselerasi ekonomi dan padat karya tunai  seperti yang saya tuliskan diatas,

dilakukan secara swakelola oleh Desa dengan mendayagunakan sumber daya alam, teknologi tepat guna,

inovasi, dan sumber daya manusia di Desa.

 

Pendayagunaan sumber daya manusia di Desa sebagaimana dimaksud diatas,dilakukan dengan cara :

 

  • Memanfaatkan Dana Desa untuk bidang pembangunan Desa,
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat Desa melalui pembayaran upah yang dilakukan secara harian atau mingguan,dan
  • Menciptakan lapangan kerja.

 

Note : pelaksanaan kegiatan padat karya tunai Desa tidak dikerjakan pada saat musim panen.

 

*4. Peningkatan pelayanan publik Mayarakat Desa.

 Dalam point ke (4) Prioritas Dana Desa 2020 yang di atur dalam

Permendesa No. 11 tahun 2019 pasal 6 ayat (4) bahwa tujuan peningkatan pelayanan publik

bagi masyarakat Desa diutamakan untuk membiayai pelaksanaan program bidang kesehatan,

pendidikan dan sosial.

 

Peningkatan pelayanan publik dibidang kesehatan,yaitu :

 

  • Perbaikan gizi untuk pencegahan kekurangan gizi kronis ( stunting ),
  • Peningkatan pola hidup bersih dan sehat,dan
  • Pencegahan kematian ibu dan anak.

 

Sedangkan, untuk peningkatan pelayanan publik dibidang sosial sendiri yaitu untuk

perlindungan kelompok masyarakat rentan meliputi perempuan lanjut usia,

anak dan warga yang memiliki kebutuhan khusus.

 

Lalu untuk peningkatan pelayanan publik dibidang pendidikan dan kebudayaan di Desa,

Sebagaimana,paling sedikit meliputi :

 

  • Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini ( PAUD ),
  • Penangangan anak usia sekolah yang tidak sekolah,putus sekolah karena ketidakmampuan ekonomi,dan
  • Pengembangan kebudayaan Desa sesuai dengan kearifan lokal.

 

 

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Sumberejo

tampilkan dalam peta lebih besar